Ginjal  

Apakah setiap pasien cuci darah selalu ada keluhan? 

Belajar memahami dan mempraktikkannya

Dok, koq kalau cuci darah, bukannya tambah enak tapi tambah lama kok tambah banyak yg dirasa yah? Apakah semua pasien merasakan hal yang sama?

Jawab:

Layaknya seorang pejuang (makanya disebut pejuang ginjal atau kidney warrior), seorang pasien cuci darah memerlukan senjata. Senjatanya adalah mau belajar memahami ilmu cuci darah dan mempraktikkannya.

Melewati proses cuci darah bukan sekedar datang ditusuk selesai dicabut dan pulang. Banyak hal-hal baru yang harus dipahami dan dijalankan.

Rajin-rajinlah mencari informasi / bertanya ke dokter atau perawat atau rekan2 senior yang betul-betul memahaminya.

Jika merasa sungkan atau ragu-ragu / bingung atas jawaban yang kadang simpang siur / berlawanan, bisa membaca buku terbitan Elex Media Komputindo Gramedia Group, Penyakit Ginjal Kronis dan Hemodialisis oleh Dr. Erik Tapan, MHA. Karena yang menulis seorang dokter dan diterbitkan oleh penerbit besar tentu proses penerbitannya telah melewati kontrol kualitas yang baik sehingga kebenarannya tidak perlu diragukan lagi.

Materi dalam buku panduan cuci darah tersebut, antara lain:

– sekilas perbedaan 3 terapi pengganti ginjal

– bagaimana mencapai adekuasi cuci darah

– bagaimana mencari berat badan kering dan manfaatnya

– jenis-jenis binder (fosfat, kalium) dan manfaatnya

– pedoman diit pasien pemula

– teknik jitu menjaga asupan cairan

– komplikasi yang sering terjadi dan solusinya: anemia, asites, kurang nafsu makan, gatal, dll.

– kesalahkaprahan yang sering terjadi yang bisa berakibat fatal

Kesimpulannya dengan memahami ilmu per-HD-an, seseorang pasien bisa hidup bersama dengan mesin dialiasis dengan nyaman dan minimal komplikasi.

Selamat mencoba dan salam sehat selalu.

 

Buku tersebut bisa diperoleh di toko buku Gramedia di kota Anda, seperti daftar di sini:

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *